Wednesday, February 2, 2011

jernih mata itu

Dalam-dalam
Kutatap mata itu
Menghayati setiap garis urat
Di dada mata putih itu
Terpancar suka dan duka
Membuka jendela hidupnya.

Renungan mata itu
Menjala seluruh perasaan
Memerangkap naluriku
Untuk terus menyingkap episode duka
Di balik tirai matanya.

Tajam mata itu
Memanah dada hatiku
Membongkar lubang prihatin
Yang jauh bermukim dihati.

Redup mata itu
Milik serikandi perkasa
Membukit menabur harapan
Pada anak tercinta.

No comments:

Post a Comment

My Blog List

get this widget here