Tuesday, March 26, 2013

Fobia....is it worth?

assalamualaikum warahmatullah...
sebagai warm up blog yang lama sejuk (di matikan enjin penulisan) ini..
saya nak kongsikan sesuatu yang jarang disebut @ mungkin ramai yang tak tahu kewujudannya secara serius..
saya melakukan pendekatan ini pun sebab saya ada buat some research tentang ini...

well, lets move on our talk.. :)

Fobia atau yang dalam Bahasa Inggris disebut phobias adalah gejala-gejala psikologi pada manusia dengan kecenderungan sikap, pikiran, atau tindakan yang didasari rasa takut pada sesuatu hal.
 Di dunia ini diidentifikasi setidaknya 100 jenis fobia dalam kehidupan manusia..
mulai dari hal-hal terkait haiwan, makanan, tempat tinggal, suasana, benda-benda tertentu, atau bahkan pikiran.

 the one that im gonna talk here is a fear to sexual approach..




Fobia seksual (sexual phobias) adalah gejala-gejala fobia yang dialami seseorang, terkait dengan orientasi sosial yang dimilikinya. 
Beberapa artikel medis mencatat bahwa fobia-fobia seksual ini sesungguhnya masih termasuk kelainan medis psikologis, akan tetapi menampakkan gejala-gejala fobia seperti menghindar, gemetar, takut melihat, takut mendengar, atau melakukan kontak dengan objek-objeknya. 
Berikut beberapa jenis fobia seksual sebagaimana ditulis laman themedguru.com.
Coitophobia atau genophobia, adalah gejala fobia seksual seseorang yang takut bersentuhan dengan lawan jenisnya. 
Fobia ini di beberapa negara Eropa sempat dianggap puncanya merebaknya kaum sejenis.


Erotophobia 
(Bahasa Yunani “Eros” berarti Cinta), adalah gejala fobia seksual seseorang yang takut melakukan perbincangan atau menghindari percakapan berbau seks. 
Orang-orang dengan fobia ini cenderung bersikap negatif terhadap hal-hal menyangkut pembahasan seks, materi-materi berciri seksual, atau bersikap negatif terhadap orang-orang yang berbicara seks kepadanya. Biasanya, fobia ini didasari kurangnya pengetahuan terhadap seks yang sebenarnya.


Erotophilia
hampir sama dengan erotophobia. Hanya saja orang-orang dengan kelainan ini cenderung lebih terbuka dan tidak merespon dengan sikap negatif terhadap materi-materi berbau seks.


Eurotophobia atau Kolopophobia
 adalah gejala fobia seseorang yang takut terhadap organ-organ seksual wanita. 
Pendekatan seksual dengan stimulus organ akan menjadi sumber kepanikan bagi orang-orang dengan fobia ini. Ahli medis berpendapat, gejala fobia seperti ini lebih erat kaitannya dengan sebab-sebab trauma masa lalu yang masih tersimpan di pikiran bawah sadarnya. 
Orang-orang ini bisa juga mengalami “gejala” saat menonton tayangan TV yang menampilkan gambar-gambar organ seksual, atau menyaksikan kegiatan seksual di sekitarnya.


Parthenophobia 
adalah fobia yang dialami oleh seseorang dengan gejala ketakutan pada gadis atau wanita-wanita yang masih perawan. 
Fobia jenis ini dikatakan tidak berdasar dan kebanyakan penderitanya hanya mengalami bayangan-bayangan psikologi secara negatif yang memicu panik ketika harus berhadapan dengan situasi-situasi berkaitan dengan gadis atau wanita perawan. 
Itulah mengapa, kebanyakan penderita fobia ini memilih menyendiri dan jauh dari kehidupan sosial normal.


Gymnophobia
 adalah jenis fobia yang dialami oleh seseorang yang memiliki rasa takut ketika dilihat oleh orang lain dalam keadaan (maaf) bogel atau melihat orang lain dalam keadaan serupa. 
Sebahagian penderita fobia ini takut hanya di depan beberapa orang, namun sebagian lagi takut di hadapan semua orang. 
Pakar berpendapat, dasar fobia ini adalah gambaran-gambaran postur atau bentuk tubuh ideal yang tertanam di benak penderitanya sehingga menyebabkan ia bersifat inferior terhadap tubuhnya sendiri.


Tocophobia
 (Bahasa Yunani “Tocos” berarti Melahirkan), adalah jenis fobia pada orang-orang dengan rasa takut terhadap proses melahirkan. 
Ibu-ibu yang takut melahirkan untuk kedua kalinya karena mengalami kejadian kurang mengenakkan pada kelahiran pertama biasanya mengalami gejala ini. 
Meski demikian, pada tingkat yang parah seorang penderita tocophobia takut bahkan untuk melihat atau mendengar hal-hal berbau kelahiran bayi. 
Gejala-gejalanya fobia ini berupa panik, gemetar, berkeringat, atau menghindari percakapan dan situasi yang ditakutinya. 
Kalangan dokter menyarankan, setiap proses melahirkan dilengkapi fase terapi pramelahirkan untuk menguatkan sang ibu, atau orang-orang di sekitarnya.


Molysmophobia 
adalah jenis fobia seksual yang kontorversial, karena berhubungan dengan rasa takut terhadap gejala-gejala infeksi sosial. 
Beberapa doktor dalam sebuah forum pernah bersilang pendapat tentang hal ini karena sebagian menyatakan rasa takut ini bisa dialami oleh orang normal yang memiliki kesadaran terhadap kesihatan fungsi seksual dan antihubungan bebas.


Oneirogmophobia
 adalah jenis fobia seksual pada seseorang yang takut terhadap momen “mimpi basah”. 
Tentunya, gejala ini banyak terjadi pada laki-laki yang mengalami masa perkembangan fungsi seksual secara normal.

Sebagian jenis fobia seksual lain hingga saat ini masih dipelajari dan menjadi bahan perdebatan di kalangan doktor dunia. 
Pasalnya, fobia seksual secara psikologis dianggap masih biasa pada sebagian jenis dan gejalanya, dan bisa saja dialami oleh orang normal pada kondisi-kondisi tertentu. 
Meski demikian, beberapa laman kesehatan menganjurkan bahwa jika seseorang mengidentifikasi jenis fobia seksual yang kira-kira dialaminya, sebaiknya ia segera menghubungi psikiater untuk mendapatkan klarifikasi dan mengambil langkah yang tepat, sebelum fobia-fobia tersebut dihilangkan dengan cara dan tahapan yang tepat. Saat ini jasa-jasa konsultasi fobia seks mulai mulai meningkat jumlahnya, terutama di negara-negara Eropah dan sebahagian di Asia Timur.

sumber kompasiana

wallahualam.. :)

1 comment:

  1. walaupun gambar tu sesuai dalam post ni tp tu gambar yg terdedah aurat die, sy recommend awak tukar gambar di post ni :)

    ReplyDelete

My Blog List

get this widget here