Tuesday, June 19, 2012

Nafsu ketiga: Mulhamah


Assalamualaikum warahmatullah
Nafsu ini lebih baik dari amarah dan lawwa-mah. 
Nafsu mulhamah ini ialah nafsu yang sudah menerima latihan beberapa proses kesucian dari sifat-sifat hati yang tercemar melalui latihan sufi/ tariqat/ amalan guru lainnya yang mempunyai sanad dari Rasulullah s.a.w.
Kesucian hatinya telah menyebabkan segala lintasan kotor atau was was yang ditimbulkan syaitan telah dapat dibuang dan diganti dengan ilham dari malaikat atau Allah. 

Firman Allah: 
"Demi nafsu (manusia) dan yang menjadikannya (Allah) lalu diilhamkan Allah kepadanya mana yang buruk dan mana yang baik, sesungguhnya dapat kemenanganlah orang yang menyucinya (nafsu) dan rugilah (celakalah) orang yang mengotorkannya(nafsu) 

Makam nafsu ini juga dikenali dengan Nafsu Samiah. 
Pada peringkat ini amalan baiknya sudah mengatasi amalan kejahatannya. 
Sifat mazmumah telah diganti dengan mahmudah. 
Sikap beibadat telah tebal dan amalan guru terus diamalkan dengan lebih tekun lagi. 
Pada penyesalan pada peringakat lawwamah tadi terus bersemayam di dalam jiwa.
 Isyarat lawwamah sentiasa subur. Sesungguhnya taubat orang peringkat mulhamah ini adalah "taubatan nasuha" . 
Bukan saja di mulut tetapi hakiki. 

Dalam kehidupan sudah terbina satu sikap yang baik,tabah menghadapi dugaan, bila terlintas sesuatu yang ke arah maksiat langsung memohonkan kepada perlindungan dari Allah. 

Firman Allah: 
"Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa , bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketiak itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahan."

Sabda Rasulullah S.a.w: 
"Barangsiapa yang merasa gembira dengan kebaikannya dan merasa susah (gelisah) dengan kejahatan yang dilakukan, maka itu orang-orang mukmin"

Zikir pada tahap ini telah menyerap kedalam lubuk hatinya bukan sekadar diucapkan dibibir saja . 
Tapi sudah menerima hakikat nikmat zikir dan zauk. 
Bila disebutkan nama Allah rindunya sangat besar, berdesau darahnya dan gementar tubuhnya tanpa disengajakan. 

Firman Allah: 
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu, bagi mereka apabila saja disebut nama Allah, nescaya gementarlah seluruh hati mereka" 

Perasaan ini terus menjalar hingga ke tingkat yang lebih tinggi

Antara sifat-sifat yang bernafsu mulhamah: 
1. Sifat-sifat ketenangan,lapang dada dan tidak putus asa. 
2. Tidak sayang kepada harta ( Zuhud)
3. Qanaah. 
4. Berilmu laduni 
5. Merendah diri/ tawwadu' 
6. Taubat hakiki 
7. Sabar hakiki 
8. Tahan ujian dan menanggung kesusahan 

Mereka pada tahap ini mulai masuk ke golongan maqam wali yakni kerapkali mulai mencapai fana yang menghasilkan rasa makrifat dan hakikat (syuhud) tetapi belum teguh dan kemungkinan untuk kembali kepada sifat yang tidak baik masih ada. 
Kebanyakan orang cepat terhijab pada masa ini karena terlalu asyik dengan anugerah Allah padahal itu hanyalah ujian semata-mata. 

Dalam konteks ilmu pula mereka bukan saja menguasai ilmu qalam malah sudah dapat menguasai ilmu ghaib menelusuri tiga cara laduni yaitu nur, cara tajalli dan cara laduni di peringkat sir. 
Yang dimaksudkan dengan laduni peringkat sir ialah menerusi telinga batin yang terletak ditengah-tengah kepala yang biasanya dipanggil bahagian tanaffas. 
Suara yang diterima amat jelas sekali. Tak ubah seperti mendengar suara telefon. 
Pada waktu yang bersamaan pendengaran zahir tetap tidak terganggu walaupun waktu menerima laduni sir itu ada orang bercerita/mengobrol di dekatnya . 
Biasanya suara ghaib itu adalah waliyulah atau ambia yang merupakan guru-guru ghaib yang bertugas mengajar ilmu ghaib pada mereka yang diperingkat mulhamah. 
Tapi perlu ingat guru murysid zahir kita tetap guru. Malah Guru mursyid kita sebenarnya telah berkomunikasi terlebih dahulu dengan guru-guru ghaib ini. 
Sebab itu kalau tak ada murysid kita akan terpedaya dengan syaitan dan jin yang menyamar. 
Pembukaan telinga batin ini pada awalnya berlaku seakan suatu bisikan suara yang dapat dibahagian dalam anak telinga, dimana pada permulaannya merasa berdesing. 
Kemudian barulah dapat dengar jelas. 

Zikir tetap meningkat. 
Pada peringkat inilah Allah berfirman: 
"Orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir kepada Allah.Ingatlah hanya dengan berzikir kepada Allah sahajalah hati menjadi tenteram".

My Blog List

get this widget here