Sunday, June 17, 2012

Nafsu Kedua: Lawammah



assalamualaikum warahmatullah.. ^___^
Lawwamah ialah nafsu yang selalu mengkritik diri sendiri bila berlaku suatu kejahatan dosa atas dirinya. Nafsu ini lebih baik sedikit dari nafsu amarah. Karena ia tidak puas atas dirinya yang melakukan kejahatan lalu mencela dan mencerca dirinya sendiri. Bila buat kesalahan dia lebih cepat sadar dan terus kritik dirinya sendiri. Perasaan ini sebenarnya timbul dari sudut hatinya sendiri bila berbuat dosa, secara otomatis terbitlah semacam bisikan dilubuk hatinya. Inilah yang di katakan lawwamah. Bisikan hati seseorang akan melarang dirinya melakukan sesuatu yang keji timbul secara spontan bila terdetik saja dihatinya. Cepat timbul rasa bersalah pada Allah Rasulullah atas keterlanjurannya. Nafsu ini ibarat taufik dan hidayah Allah untuk memimpinnya kembali dari kesesatan dan kesalahan kepada kebenaran dan jalan yang lurus.

Rasulullah s.a.w bersabda: 

· "Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan menjadikan untuknya penasihat dari hatinya sendiri" 

· "Barangsiapa yang hatinya menjadi penasihat baginya, maka Allah akan menjadi pelinding ke atasnya." 

Tapi bila seseorang itu meningkat ke martabat nafsu lawwamah tapi tidak mematuhi isyarat lawwamah yang memancar di hatinya, maka lama-kelamaan isyarat ini akan padam dan mati. Hingga jatuhlah kembali pada tahap nafsu amarah kembali. Sebab itu kadang-kadang kita melihat seseorang itu kadang baik, kadang berubah jahat kembali. Kemudian berubah balik. Inilah gejolak hati yang di sebabkan oleh keadaan nafsunya yang berubah-ubah. 

Firman Allah: 

· "Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti (suruhan jahat) mereka setelah datang ilmu (isyarat lawwa-mah) kepadamu, sesungguhnya kamu termasuk dalam golongan orang-orang yang zalim" 

· "Sesungguhnya petunjuk Allah ialah petunjuk yang sebenarnya.Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan (jahat dan keji) mereka , setelah ilmu diperolehi (datang kepadamu) maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu". 

Pada tahap lawwamah ini masih lagi bergelimang dengan sifat-sifat mazmumah tapi jumlahnya mulai berkurang sedikit. 
Keinsafan memancar. 
Sekiranya dia terus mematuhi isyarat lawwamah yang ada, sedikit demi sedikit sifat-sifat keji dan buruk dapat dihapuskan. 
Pada peringkat ini dia banyak meneliti diri sendiri dan merenung segala kesalahan yang lampau. 
Bila perasaan menyesal datang, orang-orang pada peringkat sangat mudah mengeluarkan air mata penyesalan. 
Kerap menangis dalam sholat, atau bila sendirian, sewaktu berzikir, bersolawat. 
Air matanya tidaklah disengaja/ dibuat buat tetapi terjadi secara spontan. 
Inilah dikatakan sebagai tangisan diri. 
Pada peringkat ini mulai banyak mengkaji dan meneliti alam dan kejadian. 
Malah sentiasa membandingkan sesuatu dengan dirinya. 
Mereka juga menjadi gila untuk beribadat dan cenderung kepada perbincangan berkaitan soal mengenal diri dan mulai jemu dengan persoalan yang tidak berkaitan dengan agama. 
Perubahan ini bisa jadi mendadak sekiranya kita terjun ke alam tasawuf. 

Rasulullah s.a.w bersabda: 

· "Bahawasanya orang-orang mukmin itu perhatiannya pada solat, puasa dan ibadat dan orang munafik itu perhatiannya lebih kepada makanan dan minuman seperti halnya binatang" 

· "Sedikit taufik adalah lebih baik dari banyak berfikir dan berfikir perkara duniawi itu mendaruratkan dan sebaliknya berfikir perkara agama pasti mendatangkan kegembiraan" 

Pada tahap ini sudah mementingkan akhirat dari dunia. 

Namun begitu, meski Nafsu Lawwamah ini dibandingkan dengan Nafsu Amarah ia lebih tinggi sedikit peringkatnya, namun Nafsu Lawwamah ini juga tak lepas dari jurang dosa dan kejahatan.
Imannya masih belum kuat.
Namun ia cepat sedar dan cepat beristigfar minta ampun kepada Allah. 

Firman Allah: 
"Aku bersumpah dengan nafsu lawwamah" 

Sebagai contoh kalau tertinggal waktu sholat terdapat perasaan takut hati dan cepat menyesal

Antara sifat nafsu lawwamah adalah: 
1. Mencela diri sendiri 
2. Bertafakur dan berfikir 
3. Membuat kebajikan karena Riya 
4. Kagum pada diri sendiri yakni Ujub 
5. Membuat sesuatu dengan sum'ah -agar dipuji 
6. Takjub pada diri sendiri 

Barang siapa yang merasa berdegup di hati sifat seperti di atas,berarti masih berada pada tahap nafsu lawwamah. 
Nafsu ini kebanyakan terdapat pada orang awam . 

Harus kuat berzikir lagi untuk menembus dan menyucikan sisa-sisa karat hati.
 Zikir pada peringkat nafsu ini masih dibibir tetapi kadang-kadang sudah mulai meresap masuk ke lubuk hati tapi dalam keadaan yang tidak istiqamah. 
Pada peringkat ini memang sudah timbul gila beribadat sehingga kadang-kadang merasa dirinya ringan dan melayang, kadang-kadang macam hilang dirinya. 
Rasa semacam semut berderau diseluruh tubuhnya terutama pada bahagian tulang belakang dan tangannya. Keadaan beginilah menimbulkan keasyikan yang menyenangkan dengan amalan zikir dan ibadat lain. 

Pada pringkat ini sudah boleh menerima sedikit ilham hasil dari zauk dan kadang-kadang mengalami mimpi yang perlu ditafsir kembali oleh guru.
 Bila terus mendengar dan menjalankan petuah dan amalan yang diberi oleh guru, Insya Allah nafsunya lawwa-mah ini akan meningkat kepada tahap seterusnya

Nafsu pertama : AMARAH



assalamualaikum warahmatullah.... ^__^

Amarah adalah martabat nafsu yang paling rendah dan kotor di sisi Allah
Segala yang ditimbulkan darinya adalah tindakan kejahatan yang penuh dengan perlakuan mazmumah (kejahatan/keburukan). 
Pada tahap ini hati nurani tidak akan mampu untuk memancarkan sinarnya, karena hijab-hijab dosa yang melekat tebal, lapisan lampu makrifat benar-benar terkunci. 
Dan tidak ada usaha untuk mencari jalan mensucikannya.
 Karena itulah hatinya terus kotor dan diselaputi oleh pelbagai penyakit. 

Firman Allah: 
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya" 
"Sesungguhnya nafsu amarah itu sentiasa menyuruh manusia berbuat keji(mungkar)" 
"Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus menerus)" 

Dalam kehidupan sehari-hari segala hukum hakam, halal-haram, perintah dan larangan tidak pernah di ambil peduli. 
Malah berbuat kejahatan adalah hal yang lumrah. 
Tidak ada penyesalan, malah kadang-kadang bangga bila berbuat jahat. 
Contohnya dia bangga dapat merusakkan anak perawan orang, bangga dengan kehidupan miring, minum, berjudi, pergaulan bebas, malah jadi berperilaku kebarat baratan melebihi dari orang barat itu sendiri. 
Bagi mereka pada peringkat nafsu ini, berprinsip HIDUP HANYA SEKALI
jadi masa muda untuk mengumbar nafsu sepuas-puasnya tanpa mengenal batas-batas. 
Baik atau jahat adalah sama saja di sisinya, tak ada perasaan untuk menyesal. 
Malah kadang-kadang kalau sudah berbuat jahat seolah-olah terdapat perasaan lega dan puas. 
Itulah sebabnya kadang-kadang tidak ada yang mengawalnya dari melakukan sesuatu yang jahat. Sudah jadi hobi. 
Hatinya telah dikunci oleh Allah sebagaimana firmanNya: "Tidaklah engkau perhatikan orang-orang yang mengambil hawa nafsunya (amarah) menjadi Tuhan dan dia disesatkan oleh Allah karena Allah mengetahui (kejahatan hatinya) lalu Allah mengunci mati pendengarannya (telinga batin) dan hatinya dan penglihatannya (mata hatinya) diletak penutup." 
Manusia pada peringakat nafsu amarah ini bergembira bila menerima nikmat tetapi berdukacita dan mengeluh bila tertimpa kesusahan. 
Firman Allah: "Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah akibat kesalahan tangan mereka sendiri, lantas mereka berputus asa." 

Jelasnya pada peringkat ini segala tindak tanduknya adalah menuju dan mengikut apa kehendak syaitan yang mana telah dikuasai sepenuhnya olehnya(Syaitan). 
Hanya wujudnya saja manusia, tapi hati telah dikuasai syaitan. 

Pada peringkat ini, manusia itu tak akan termakan dengan nasihat. Ditegur bagaimanapun. Dia tetap tak akan berubah kecuali diberi hidayah olehNya. 

Mereka tidak pernah takut pada Allah dan hari pembalasan. 
Malah meremehkan,mengejek dan mencemuh. 
Mereka tidak pernah peduli dengan ancaman Allah seperti: "Akan dicampakkan ke dalam neraka jahanam dari golongan jin dan manusia yang mempunyai hati tidak memperhatikan,mempunyai mata tidak melihat,mempunyai telinga tidak mendengar.Mereka itu adalah binatang malah lebih hina dari binatang kerana mereka termasuk di dalam golongan yang lalai". 

Mereka suka mencela orang lain,
 merendahkan kelemahan orang lain dan melihat dirinya sendiri serba sempurna.
 Mereka tidak pernah menyandarkan hasil usahanya kepada Allah. Mereka berfikir apapun bentuk keberhasilan mereka adalah hasil keringat diri sendiri. 

Jiwa mereka pada tahap ini adalah kosong dan hubungan dirinya dengan Allah boleh dikatakan tidak wujud. 

Dalam konteks penerimaan ilmu,
 orang yang bernafsu amarah hanya berupaya menerima ilmu diperingkat ilmu Qalam. 
Terutamanya yang mementingkan soal-soal lahiriah dunia saja. 
Tak ada minat kepada pelajaran agama dan hari akhirat. Pada peringkat tidak ada peluang sama sekali untuk menerima ghaib dan ilmu syahadah selagi hatinya kotor dan tidak disucikan dengan pembersihan zikrillah yang mempunyai wasilah bai'ah dengan Rasulullah s.a.w. Untuk membebaskan diri dari cengkaman nafsu ini hendaklah menemukan jalan wasilah ilmu Rasulullah s.a.w dengan menerima petunjuk serta ajaran dari ahli zakir yaitu guru mursyid yang dapat memberikan petuah-petuah penyucian diri dan penyucian jiwa yang mempunyai mata rantai dengan Rasulullah s.a.w. 

Sabda Rasulullah s.a.w: 
"Tiap sesuatu ada alat penyucinya dan yang menyuci hati ialah zikir kepada Allah "

Pada tahap amarah ini kalau berzikir pun hanya dibibir saja tanpa meresap ke dalam jiwa.
 Amarah tidak mengenal siapapun, walau ahli kitab yang lulusan Al-Azhar Mesir, walaupun bersorban dan berjubah. Amarah tidak pernah takut dengan itu semua, malah ia senang menyerang. 
Yang ia takut hanyalah zikrillah. 

Sabda Rasulullah s.a.w: 
"Sesungguhnya syaitan itu telah menaruh belalainya pada hati manusia, maka apabila manusia itu berzikir kepada Allah , maka mundurlah syaitan dan apabila ia lupa, maka syaitan itu menelan hatinya"

Darjat Nafsu


assalamualaikum warahmatullah... ^___^

Martabat Nafsu 
oleh Nur Anwar (Malaysia)

Di Indonesiakan oleh M. Syah Reza 

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasih. 

Firman Allah: 
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya" 

Hadis Qudsi,firmanNya: 
"Sesungguhnya manusia itu rahsiaKu dan Akulah yang menjadi rahsianya.Dan rahsia itu sifatKu dan sifatKu tiada lain, Aku lah jua" 

Mengenai soal makrifat pula Allah berfirman dalam hadis Qudsi: 
"Akulah perbendaharaan yang tersembunyi.Aku ingin supaya dikenali(dimakrifati), maka Aku jadikan alam ini,maka mereka makrifat kepadaKu" 

FirmanNya lagi: 
"Sesungguhnya Allah memrintahkan kamu (manusia) memulangkan amanah kepada yang berhak (Allah)" 

Jadi taraf kemuliaan seorang hamba Allah itu adalah bergantung sejauh mana taraf makrifatnya kepada Allah. Sekiranya kita berhasil mencapai tahap sebenar-benar makrifat jadilah kita sebaik-baik makhluk sebagaimana firmanNya: 
"Sesungguhnya yang beriman dan beramal soleh, mereka itu adalah sebaik baik makhluk" 

Tapi sebaliknya sekiranya kita gagal untuk mengembalikan amanah untuk makrifat maka jadilah kita sebagai mana yang di firmankan olehNya: 
"Kemudian Kami kembalikan dia di tempat yang serendah-rendahnya" 

Dan firmanNya lagi: 
"Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk" 

Baik buruknya manusia adalah bergantung kepada tahap-tahap kesucian batinnya atau nafsunya. 

Nafsu mempunyai dua pengertian:



pengertian pertama:

Suatu pengertian yang meliputi segala tabiat-tabiat: spt. marah, nafsu berahi dan syahwat serta semua yang keji seperti hasad dengki, riak, dendam, sum'ah dan sebagainya. Nafsu ini ada juga pada binatang. Tapi tidak ada sama sekali pada malaikat. Sabda Rasulullah s.a.w: 
"Sejahat-jahat musuh engkau ialah nafsu engkau yang terletak di antara dua lambung engkau"


pengertian kedua:

Makna yang kedua adalah berkaitan kejadian "latifah rabbaniyyah' iaitu sesuatu yang batin yang tidak dapat dilihat dengan mata kasar sebaliknya ia adalah melibatkan soal-soal kerohanian. 


Jenis-jenis nafsu yang saya uraikan adalah: 

4. Mutmainah 
5. Radhiah 
6. Mardhiah 
7. Kamaliah

My Blog List

get this widget here