Sunday, June 24, 2012

Malu

assalamualaikum warahmatullah

Positif dan Negatif Malu

Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a: Suatu ketika Rasulullah SAW terserempak dengan seorang Ansar (lelaki) yang sedang menegur saudara lelakinya kerana ia sangat pemalu. Ketika itu juga rasulullah SAW bersabda: Biarlah dia kerana malu adalah sebahagian daripada iman.(Riwayat: al-Bukhari)

Huraian Hadith: 

Dari sudut syarak malu adalah menahan diri dari melakukan sesuatu yang mengakibatkan sesuatu yang negatif bukan malu tersipu-sipu yang tidak kena pada tempatnya. Sifat malu tersipu-sipu dan merendah diri ini adalah al-jahalu. Contoh malu tersipu-sipu hingga takut menjawab soalan guru di kelas adalah contoh al-jahalu. Sikap ini disebabkan kurangnya keyakinan diri dan lemah peribadi. Tetapi al-haya' (malu) adalah disebabkan sifat percaya diri dan kuat keperibadian lantaran kuatnya iman dalam menolak segala sesuatu yang negatif. Maka sifat maka itu sendiri adalah sebahagian daripada iman dan terpuji. Sifat malu menjadikan seseorang jauh daripada perbuatan hina dan maksiat sebaliknya meletakkan dirinya dalam keadaan kesempurnaan kerana selalu melakukan hal-hal yang positif. Dia akan berkata bahawa: Sesungguhnya aku adalah lebih tinggi daripada perbuatan terkutuk itu dan aku lebih mulia daripada perbuatan tercela itu.. Dengan perkataan lain seseorang yang tidak mempunyai sifat malu, dia bukanlah hidup sebenarnya, tetapi sudah mati atau hampir mati imannya.

seed of hope


meskipun esok hari kiamat....
 dan hari ini.. 
ditangan kita ada benih.. 
maka, tanamlah ia..

i wrote this for u..........

assalamualaikum warahmatullah...
how are u..?
hows ur imaan?
hows ur heart?
hows ur akhlaq?
are they good?
or not.....?

dear u... i wrote this...
 to tell u how much i regret for whats happened to us just now...
so far, our relationship s not really in good condition...
Allah knows what we're doing..
anything that came out in our mind..
i feel so sinned..
astaghfirullahaladzim....

Y___Y

dear u...
someone said to me...

"seorang lelaki yang baik.. tidak akan mengheret perempuan yang dicintai itu ke lembah kemaksiatan..." 

then..
have a thought of this...
wasalam~

tinted hati kita dengan akhlak yang baik..


assalamualaikum warahmatullah...
^___^
Ketahuilah, menghiasi diri dengan akhlak yang baik termasuk unsur-unsur ketakwaan, dan tidak sempurna ketakwaan seseorang itu kecuali dengan akhlak yang baik. 

Allah Ta’ala berfirman:“…(Surga itu) disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imron: 133-134)


Dalam ayat yang mulia ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menganggap bahwa bergaul dengan manusia dengan akhlak yang baik termasuk pilar-pilar ketakwaan.



Apa keutamaan akhlak yang baik itu ? 



Ketahuilah, diantara keutamaannya adalah :

Pertama : Akhlak yang baik termasuk tanda kesempurnaan iman seseorang, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohihul Jami’, No. 1241)

Kedua : Dengan akhlak yang baik, seorang hamba akan bisa mencapai derajat orang-orang yang dekat dengan Allah Ta’ala, sebagaimana penjelasan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau: ”Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlaknya yang baik bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan qiyamul lail.” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’, No. 1937)

Ketiga : Akhlak yang baik bisa menambah berat amal kebaikan seorang hamba di hari kiamat, sebagaimana sabda beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Tidak ada sesuatu yang lebih berat ketika diletakkan di timbangan amal (di hari akhir) selain akhlak yang baik.” (Shahihul Jami’, No. 5602)

Keempat : Akhlak yang baik merupakan sebab yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah ketika ditanya tentang apa yang bisa memasukkan manusia ke dalam surga. Beliau menjawab: “Bertakwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” (Riyadhus Shalihin)



Apa yang dimaksud akhlak yang baik itu ?

Imam Hasan Al-Bashri berkata : “Akhlak yang baik diantaranya: menghormati, membantu dan menolong.” Ibnul Mubarak berkata: “Akhlak yang baik adalah: “berwajah cerah, melakukan yang ma’ruf dan menahan kejelekan (gangguan).” Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Akhlak yang baik adalah jangan marah dan dengki.”

Al-Imam Muhammad bin Nashr mengatakan: “Sebagian ulama berkata: Akhlak yang baik adalah menahan marah karena Allah, menampakkan wajah yang cerah berseri kecuali kepada ahlul bid’ah dan orang-orang yang banyak berdosa, memaafkan orang yang salah kecuali dengan maksud untuk memberi pelajaran, melaksanakan hukuman (sesuai syari’at Islam) dan melindungi setiap muslim dan orang kafir yang terikat janji dengan orang Islam kecuali untuk mengingkari kemungkaran, mencegah kedzaliman terhadap orang yang lemah tanpa melampaui batas.”(Iqadhul Himam, hal. 279)



Bagaimana memperbaiki akhlak seorang hamba ?

Akhlak seorang hamba itu bisa baik bila mengikuti jalannya (sunnahnya) Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebab beliaulah orang yang terbaik akhlaknya. 
Allah Ta’ala berfirman: 
“Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam: 4). Allah Ta’ala juga menegaskan: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, (yakni) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (datangnya) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab: 21)


Maka sudah selayaknya bagi setiap muslim mempelajari riwayat hidupnya dari setiap sisi kehidupan beliau (secara menyeluruh), yakni bagaimana beliau beradab dihadapan Rabbnya, kelurganya, sahabatnya dan terhadap orang-orang non muslim.


Salah satu cara untuk mempelajari itu semua adalah sering duduk (bergaul) dengan orang-orang yang bertakwa. Sebab seseorang itu akan terpengaruh dengan teman duduknya. 
Nabi bersabda: “Seseorang itu dilihat dari agama teman dekatnya. Karena itu lihatlah siapa teman dekatnya.”(HR Tirmidzi)


Kemudian wajib juga bagi setiap muslim untuk menjauhi orang yang jelek akhlaknya. Mudah-mudahan dengan begitu kita termasuk hamba-hamba Allah yang menghiasi diri kita dengan akhlak yang baik. 

Wallahu waliyyut taufiq.

dr source : belajar ISLAM

My Blog List

get this widget here