Sunday, June 17, 2012

Nafsu pertama : AMARAH



assalamualaikum warahmatullah.... ^__^

Amarah adalah martabat nafsu yang paling rendah dan kotor di sisi Allah
Segala yang ditimbulkan darinya adalah tindakan kejahatan yang penuh dengan perlakuan mazmumah (kejahatan/keburukan). 
Pada tahap ini hati nurani tidak akan mampu untuk memancarkan sinarnya, karena hijab-hijab dosa yang melekat tebal, lapisan lampu makrifat benar-benar terkunci. 
Dan tidak ada usaha untuk mencari jalan mensucikannya.
 Karena itulah hatinya terus kotor dan diselaputi oleh pelbagai penyakit. 

Firman Allah: 
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya" 
"Sesungguhnya nafsu amarah itu sentiasa menyuruh manusia berbuat keji(mungkar)" 
"Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus menerus)" 

Dalam kehidupan sehari-hari segala hukum hakam, halal-haram, perintah dan larangan tidak pernah di ambil peduli. 
Malah berbuat kejahatan adalah hal yang lumrah. 
Tidak ada penyesalan, malah kadang-kadang bangga bila berbuat jahat. 
Contohnya dia bangga dapat merusakkan anak perawan orang, bangga dengan kehidupan miring, minum, berjudi, pergaulan bebas, malah jadi berperilaku kebarat baratan melebihi dari orang barat itu sendiri. 
Bagi mereka pada peringkat nafsu ini, berprinsip HIDUP HANYA SEKALI
jadi masa muda untuk mengumbar nafsu sepuas-puasnya tanpa mengenal batas-batas. 
Baik atau jahat adalah sama saja di sisinya, tak ada perasaan untuk menyesal. 
Malah kadang-kadang kalau sudah berbuat jahat seolah-olah terdapat perasaan lega dan puas. 
Itulah sebabnya kadang-kadang tidak ada yang mengawalnya dari melakukan sesuatu yang jahat. Sudah jadi hobi. 
Hatinya telah dikunci oleh Allah sebagaimana firmanNya: "Tidaklah engkau perhatikan orang-orang yang mengambil hawa nafsunya (amarah) menjadi Tuhan dan dia disesatkan oleh Allah karena Allah mengetahui (kejahatan hatinya) lalu Allah mengunci mati pendengarannya (telinga batin) dan hatinya dan penglihatannya (mata hatinya) diletak penutup." 
Manusia pada peringakat nafsu amarah ini bergembira bila menerima nikmat tetapi berdukacita dan mengeluh bila tertimpa kesusahan. 
Firman Allah: "Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah akibat kesalahan tangan mereka sendiri, lantas mereka berputus asa." 

Jelasnya pada peringkat ini segala tindak tanduknya adalah menuju dan mengikut apa kehendak syaitan yang mana telah dikuasai sepenuhnya olehnya(Syaitan). 
Hanya wujudnya saja manusia, tapi hati telah dikuasai syaitan. 

Pada peringkat ini, manusia itu tak akan termakan dengan nasihat. Ditegur bagaimanapun. Dia tetap tak akan berubah kecuali diberi hidayah olehNya. 

Mereka tidak pernah takut pada Allah dan hari pembalasan. 
Malah meremehkan,mengejek dan mencemuh. 
Mereka tidak pernah peduli dengan ancaman Allah seperti: "Akan dicampakkan ke dalam neraka jahanam dari golongan jin dan manusia yang mempunyai hati tidak memperhatikan,mempunyai mata tidak melihat,mempunyai telinga tidak mendengar.Mereka itu adalah binatang malah lebih hina dari binatang kerana mereka termasuk di dalam golongan yang lalai". 

Mereka suka mencela orang lain,
 merendahkan kelemahan orang lain dan melihat dirinya sendiri serba sempurna.
 Mereka tidak pernah menyandarkan hasil usahanya kepada Allah. Mereka berfikir apapun bentuk keberhasilan mereka adalah hasil keringat diri sendiri. 

Jiwa mereka pada tahap ini adalah kosong dan hubungan dirinya dengan Allah boleh dikatakan tidak wujud. 

Dalam konteks penerimaan ilmu,
 orang yang bernafsu amarah hanya berupaya menerima ilmu diperingkat ilmu Qalam. 
Terutamanya yang mementingkan soal-soal lahiriah dunia saja. 
Tak ada minat kepada pelajaran agama dan hari akhirat. Pada peringkat tidak ada peluang sama sekali untuk menerima ghaib dan ilmu syahadah selagi hatinya kotor dan tidak disucikan dengan pembersihan zikrillah yang mempunyai wasilah bai'ah dengan Rasulullah s.a.w. Untuk membebaskan diri dari cengkaman nafsu ini hendaklah menemukan jalan wasilah ilmu Rasulullah s.a.w dengan menerima petunjuk serta ajaran dari ahli zakir yaitu guru mursyid yang dapat memberikan petuah-petuah penyucian diri dan penyucian jiwa yang mempunyai mata rantai dengan Rasulullah s.a.w. 

Sabda Rasulullah s.a.w: 
"Tiap sesuatu ada alat penyucinya dan yang menyuci hati ialah zikir kepada Allah "

Pada tahap amarah ini kalau berzikir pun hanya dibibir saja tanpa meresap ke dalam jiwa.
 Amarah tidak mengenal siapapun, walau ahli kitab yang lulusan Al-Azhar Mesir, walaupun bersorban dan berjubah. Amarah tidak pernah takut dengan itu semua, malah ia senang menyerang. 
Yang ia takut hanyalah zikrillah. 

Sabda Rasulullah s.a.w: 
"Sesungguhnya syaitan itu telah menaruh belalainya pada hati manusia, maka apabila manusia itu berzikir kepada Allah , maka mundurlah syaitan dan apabila ia lupa, maka syaitan itu menelan hatinya"

No comments:

Post a Comment

My Blog List

get this widget here